Implementasi Teknik Usap Abur Dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Kelompok B Di TK Pelita Harapan
DOI:
https://doi.org/10.31004/edp.v3i3.155Keywords:
Kemampuan Motorik Halus, Teknik Usap Abur, Anak Usia DiniAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam alat tulis dengan benar, mengoordinasikan gerakan mata dan tangan, mengontrol gerakan jari, serta menghasilkan karya yang rapi. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, salah satunya melalui teknik usap abur.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui penerapan teknik usap abur pada kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan menghitung persentase ketuntasan kemampuan motorik halus pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik usap abur mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pada kondisi awal, persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak mencapai 28%. Setelah dilaksanakan tindakan pada Siklus I, persentase meningkat menjadi 57%, kemudian pada Siklus II meningkat kembali menjadi 86%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Selain meningkatkan kemampuan motorik halus, teknik usap abur juga membuat anak lebih aktif, percaya diri, teliti, kreatif, serta lebih antusias mengikuti kegiatan pembelajaran.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik usap abur efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Pelita Harapan Kecamatan Kerumutan Kabupaten Pelalawan. Teknik usap abur dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif kegiatan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini.
References
Adolph, K. E., & Hoch, J. E. (2026). Motor development: Embodied, embedded, enculturated, and enabling. Annual Review of Psychology. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010418
Amini, M., Sujiono, B., & Aisyah, S. (2020). Hakikat perkembangan motorik dan tahap perkembangannya. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 45–58.
Diana, R. (2022). Peran bermain aktif dalam pengembangan potensi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 112–124.
Diedrichsen, J., & Kornysheva, K. (2015). Motor skill learning between selection and execution. Trends in Cognitive Sciences, 19(4), 227–233. https://doi.org/10.1016/j.tics.2015.02.003
Hanafiah, N. A., dkk. (2023). Media kolase untuk mengembangkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Jurnal Belajar dan Mengajar, 8(2), 79–92.
Iskandar, A. (2022). Seni rupa dan stimulasi perkembangan anak usia dini. Penerbit Pendidikan Indonesia.
Kholilah, N., & Mayar, S. (2023). Variasi tema kegiatan usap abur bagi anak kelompok B. Jurnal Kreativitas Pendidikan, 5(1), 34–41.
Maghfuroh, L. (2018). Metode bermain dan perkembangan motorik halus anak prasekolah. Jurnal Endurance, 3(1), 55–63. https://doi.org/10.22216/jen.v3i1.2488
Magill, R. A., & Anderson, D. (2014). Motor learning and control: Concepts and applications. McGraw‑Hill Education.
Maemunah, S. E., & Mardiah, A. (2023). Peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan usap abur. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(2), 145–158.
Marnia, R., dkk. (2025). Analisis efektivitas kegiatan kolase terhadap pengembangan motorik halus. Jurnal Inovasi Pendidikan, 11(2), 288–297.
Matheis, M., & Estabillo, J. A. (2018). Penilaian keterampilan motorik halus dan kasar pada anak. Dalam Buku Ajar Penilaian Perkembangan Anak (hlm. 467–484). Penerbit Ilmu Pendidikan.
Maulida, M., dkk. (2024). Implementasi gerak dan permainan dalam pengembangan motorik kasar. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 10(1), 542–550. https://doi.org/10.30998/rdje.v10i1.23384
Misna Wati, & Pabunga, D. B. (2020). Seni rupa terapan: Teknik usap abur dan manfaatnya. Penerbit Pendidikan Seni.
Mujiwati, M., dkk. (2023). Pengembangan kemampuan motorik halus usia 5–6 tahun melalui usap abur. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 22–35.
Nurasyiah, S., & Atikah, R. (2023). Periode emas perkembangan anak usia dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(1), 18–29.
Nuria, A. (2023). Pengaruh kegiatan usap abur terhadap kemampuan motorik halus anak. Skripsi Sarjana, Universitas Jambi.
Nurrohimah, A., & Mua’wanah, U. (2025). Peran pendampingan orang tua dalam stimulasi motorik halus. Jurnal Manajemen Pendidikan, 13(2), 584–589. https://doi.org/10.33751/jmp.v13i2.12958
Pitayanti, D., dkk. (2024). Dampak penggunaan gawai berlebih terhadap perkembangan fisik anak. Jurnal Kesehatan Anak, 6(1), 45–56.
Primayana, K. H. (2020). Peningkatan keterampilan motorik halus dengan bantuan media beragam. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 12–24.
Primayanti, L., & Esser, P. (2023). Hambatan perkembangan motorik halus di lingkungan pendidikan anak usia dini. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 78–91.
Putri, I., dkk. (2024). Upaya meningkatkan keterampilan motorik halus melalui teknik usap abur. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 5(1), 89–102.
Rachmi, F., dkk. (2021). Hubungan kebiasaan menonton layar dengan keterlambatan perkembangan motorik. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(3), 201–212.
Rahayu, S., dkk. (2021). Kondisi kemampuan motorik halus anak di beberapa taman kanak‑kanak. Jurnal Pendidikan Dasar, 9(2), 67–79.
Rahmahdiyyah, N., dkk. (2025). Peran kegiatan fisik dan seni tradisional bagi tumbuh kembang anak. Jurnal Kebudayaan dan Pendidikan, 7(1), 34–47.
Samsudin. (2008). Pembelajaran motorik anak usia dini. Penerbit Universitas Terbuka.
Sri Widarti, Y., dkk. (2023). Efektivitas kegiatan usap abur dalam pembelajaran seni rupa. Jurnal Seni dan Pendidikan Seni, 6(2), 112–125.
Sumantri, M. S. (2005). Pembelajaran keterampilan dasar di taman kanak‑kanak. Penerbit Depdiknas.
Suyadi. (2010). Psikologi perkembangan anak usia dini. Penerbit Pustaka Pelajar.
Suyadi. (2014). Strategi pembelajaran pendidikan anak usia dini. Penerbit Rineka Cipta.
Ubaidillah, M., dkk. (2023). Kegiatan seni rupa dan pembentukan karakter anak. Jurnal Pendidikan Karakter, 5(1), 56–68.
Ulfa. (2019). Mengembangkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan usap abur. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Aceh, 3(2), 45–58.
Wahyuni, P. T., dkk. (2025). Meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan usap abur. Jurnal Penelitian PAUD, 8(1), 76–89.
Widyasanti, A. (2025). Pentingnya stimulasi kemampuan motorik sejak dini. Jurnal Pengembangan Pendidikan, 14(1), 22–34.
Yuliani Nurani Sujiono. (2010). Metode pengembangan kreativitas seni anak usia dini. Penerbit Kencana.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Exploratory Dynamic Problems

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










