Penerapan Kegiatan Cerita Rakyat Dalam Mengembangkan Kemampuan Menyimak Anak Kelompok B1 Di TKIT Mutiara Insan Kabupaten Sorong
DOI:
https://doi.org/10.31004/edp.v3i1.217Keywords:
listening skills, folklore.Abstract
This study aimed to describe the process and results of implementing folklore activities to develop listening skills in children aged 5–6 years. The study used a qualitative descriptive approach involving seven children who experienced difficulties in attention, comprehension, and responding to information. Data were collected through observation, interviews, and documentation over eight sessions using four folklore stories. The results showed that folklore activities could develop children’s listening skills. The children became more focused in listening to the stories, were able to understand the story content, identify characters and simple messages, and respond through appropriate answers, opinions, and expressions. Therefore, folklore activities can serve as an interesting and enjoyable learning activity to develop listening skills in early childhood.
References
Aini, I. Q., Nasution, F., & Sitorus, A. S. (2024). Penerapan Metode Bercerita dalam Meningkatkan Kemampuan Menyimak Anak Usia Dini Usia 5–6 Tahun di TK Pembina Pegasing. Tarim: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini, 5(4),
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian ilmiah pendidikan pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif. IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9.Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Dhieni, N., dkk. (2020). Metode pengembangan bahasa. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Elan, Rahman, T., & Fithriyati, N. A. (2023). Analisis buku cerita bergambar untuk memfasilitasi kemampuan menyimak anak usia dini. Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 12(2).
Fitriani, D., & Lestari, S. (2022). Strategi pembelajaran bercerita dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2).
Fitrianti, R. (2022). Pengembangan instrumen penilaian kemampuan menyimak anak usia dini. Yogyakarta: Deepublish.
Fuadah, Y. T. (2022). Penggunaan Media Cerita Bergambar dalam Pembelajaran Anak Usia Dini. Jurnal Mubtadiin.
Gardner, H. (1983). Frames of mind: The theory of multiple intelligences. New York: Basic Books.
Gunawan, I. (2014). Metode penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Jakarta: Bumi Aksara.
Hadi, S. (2017). Story-telling: Upaya Meningkatkan Daya Simak dalam Keterampilan Menyimak Interaktif Berbahasa. Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual, 2(2).
Hapsari, D., & Nugraheni, N. (2022). Kemampuan menyimak sebagai dasar keberhasilan pembelajaran anak usia dini. Jurnal Obsesi, 6(4).
Hendri, W. N., Akbar, M. R., & Anggraini, H. (2025). Meningkatkan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini dengan Cerita Rakyat di PAUD Dharul Hikmah. Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini, 8(2).
Hewi, L., & Shaleh, M. (2020). Refleksi hasil PISA tentang pendidikan anak usia dini. Jurnal Golden Age, 4(1).
Indiaswari, T. K., & Katoningsih, S. (2023). Evaluasi peran guru dalam pembelajaran bercerita guna mengembangkan kemampuan menyimak anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3).
Juannita, E., & Mahyuddin, N. (2022). Video Pembelajaran Berbasis Multimedia Interaktif dalam Meningkatkan Keterampilan Menyimak Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4).
Kemendikdasmen. (2021). Panduan pembelajaran pendidikan anak usia dini. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kemdikbudristek. (2021). Standar tingkat pencapaian perkembangan anak usia dini (STPPA). Jakarta: Kemdikbudristek.
Khotimah, K., Kustiono, K., & Ahmadi, F. (2021). Kemampuan menyimak anak usia dini dalam perkembangan bahasa. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Lestari, S. I., & Lubis, Z. (2024). Penerapan Metode Bercerita untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak pada Anak Usia 5–6 Tahun. Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.
Maghfirah, F (2021). Pentingnya Kemampuan Menyimak Pada Anak Usia Dini. Jurnal Bunga Rampai Usia Emas, 5(1).
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Montessori, M. (2013). The Montessori method. New York: Random House.
Musfiroh, T. (2017). Bercerita untuk anak usia dini. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Nurhafizh, I., Hidayat, D., & Sutarjo. (2024).Peran Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini melalui Cerita di Kelompok Bermain (KB) Lestari Cibitung. Journal of Lifelong Learning, 7(1).
Piaget, J. (1962). The language and thought of the child. London: Routledge & Kegan Paul.
Piaget, J. (1970). Science of education and the psychology of the child. New York: Orion Press.
PPG Dikdasmen. (2021). Modul pembelajaran PAUD. Jakarta: Kemdikbud.
Prasiwi, A. A. (2018). Meningkatkan Kemampuan Menyimak melalui Metode Bercerita pada Anak Usia Dini. Paedagogie, 13(2).
Prima, E., Lestari, P. I., & Subagia, N. K. T. F. (2025). Implementasi metode pembelajaran picture and picture dalam meningkatkan kemampuan menyimak anak usia dini. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA).
Rachmi, T., Dewi, N. F. K., & Astuti, C. F. (2023). Optimalisasi Kemampuan Menyimak Melalui Metode Bermain Peran pada Anak Usia Dini. Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini.
Rahadatul Aisyi, Sinta Dwi Maya, & Muhammad Akhyat Syahbani. (2025). Peran Interaksi Sosial dalam Pemerolehan Bahasa: Telaah Mendalam Teori Interaksionisme. JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA, 4(1).
Rahiem, M. D. H. (2021). Storytelling in Early Childhood Education: Time to Go Digital. International Journal of Child Care and Education Policy.
Rahmawati, A. (2024). Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyimak melalui Kegiatan Bercerita pada Anak Usia 5–6 Tahun. Refleksi: Jurnal Penelitian Tindakan, 1(2).
Rahmatillah, R., Luthfi, A., & Fauziddin, M. (2018). Pengaruh Metode Bercerita terhadap Kemampuan Menyimak pada Anak Usia Dini. Aulad Journal on Early Childhood, 1(1).
Ramadani, N., & Harjani, H. J. (2024). Peran Guru Melalui Metode Bercerita dalam Perkembangan Bahasa Anak. Journal of Education Research, 5(3).
Rini, S. A. S., & Mahabbati, A. (2025). Storytelling Based on Contextual Learning with Hand Puppets in Early Childhood Language Development. Indonesian Journal of Innovation Studies, 26(4).
Rosyidi, A. A., Octaviana, E. N., & Hafidah, R. (2022). Meningkatkan Keterampilan Menyimak pada Anak Usia 5–6 Tahun Melalui Metode Bercerita. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran, 6(1).
Setyowati, E., & Ekayati, I. A. S. (2025). Efektivitas kegiatan berbasis lesson study terhadap keterampilan menyimak pada anak usia 5–6 tahun. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 2(4).
Shunhaji, A., Sari, D., & Komalasari, E. (2021). Pembiasaan positif dan keteladanan di TK Tadika Puri Jakarta Selatan. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan Islam, 3(1).
Sonda, A., Fatkurochman, I., & Nurkamilah, M. (2024). Media visual dalam kegiatan storytelling anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 13(1).
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Wardah, I. N., Kahar, M. I., & Ramlah, U. (2026). Implementasi media video pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan menyimak anak usia dini. Jurnal Obsesi, 10(2).
Wetzel, K., dkk. (2021). Engagement and attention in early childhood learning environments. Early Childhood Education Journal, 49(3).
Whitehurst, G. J., & Lonigan, C. J. (1998). Child development and emergent literacy. Child Development, 69(3).
Winangsih, R., & Masruroh, L. (2020). Pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan menyimak anak usia 5–6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Exploratory Dynamic Problems

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










