Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Permainan Lego Pada Anak Usia 4-5 Tahundi TK IT Jasmiinah

Authors

  • Desy Elviani Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Musnar Indra Daulay Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Nurmalina Nurmalina Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Moh Fauziddin Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Melvi Lesmana Amin Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/edp.v3i1.200

Keywords:

Permainan Lego, Kemampuan Motorik Halus, Anak Usia Dini.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK IT Jasmiinah yang ditunjukkan oleh masih rendahnya kemampuan anak dalam menyusun, memasang, dan menghubungkan kepingan LEGO secara tepat, serta kurang optimalnya koordinasi gerakan mata dan tangan. Kondisi tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih didominasi kegiatan konvensional sehingga stimulasi terhadap perkembangan motorik halus belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun melalui penerapan permainan LEGO. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 anak usia 4–5 tahun di TK IT Jasmiinah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik halus anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada kondisi awal, anak yang berada pada kategori Belum Berkembang (BB) sebesar 35%, Mulai Berkembang (MB) sebesar 40%, Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebesar 25%, dan Berkembang Sangat Baik (BSB) sebesar 0%. Setelah penerapan permainan LEGO pada Siklus I, persentase kategori BB menurun menjadi 5%, MB menjadi 11%, sedangkan BSH meningkat menjadi 45% dan BSB menjadi 39%. Pada Siklus II, kemampuan motorik halus anak meningkat lebih optimal dengan persentase BB dan MB menjadi 0%, BSH sebesar 5%, dan BSB meningkat menjadi 95%. Dengan demikian, penerapan permainan LEGO terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK IT Jasmiinah.

References

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Handayani, R. (2020). Peningkatan Motorik Halus Anak melalui Permainan Konstruktif di TK Pertiwi.

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Lestari, F. (2022). Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Permainan LEGO di TK Harapan Bunda.

Livana, P. H., dkk. (2018). Perkembangan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Trans Info Media.

Nurlaili. (2019). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Halus Anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(2), 45–52.

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2020). Experience Human Development. New York: McGraw-Hill Education.

Permendikbud. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Puspita, S. (2021). Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4–5 Tahun melalui Permainan LEGO di TK Melati.

Rahmawati, A. (2023). Pemanfaatan Media LEGO untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 4–5 Tahun di TK Negeri.

Ruiz-Esteban, C., et al. (2020). Fine Motor Skills and Academic Achievement in Early Childhood. Journal of Early Childhood Research, 18(3), 215–228.

Santrock, J. W. (2018). Life-Span Development. New York: McGraw-Hill Education.

Santrock, J. W. (2019). Child Development. New York: McGraw-Hill Education.

Slamet. (2019). Pengaruh Permainan Konstruktif terhadap Perkembangan Anak. Jurnal PAUD, 5(1), 33–40.

Smilansky, S. (2020). The Effects of Sociodramatic Play on Disadvantaged Preschool Children. New York: Wiley.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sujiono, Y. N. (2013). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks.

Sujiono, Y. N., & Sujiono, B. (2014). Bermain Kreatif Berbasis Kecerdasan Jamak. Jakarta: Indeks.

Sumantri. (2015). Model Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Depdiknas.

Susanto, A. (2018). Pendidikan Anak Usia Dini: Konsep dan Teori. Jakarta: Bumi Aksara.

Suyadi. (2010). Psikologi Belajar PAUD. Yogyakarta: Pedagogia.

Suyadi, & Ulfah, M. (2013). Konsep Dasar PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Utami, dkk. (2014). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Anak. Jurnal Pendidikan Anak, 2(1), 55–63.

Wulandari. (2019). Pengaruh Permainan LEGO terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini.

Downloads

Published

2026-08-16

How to Cite

Elviani, D., Daulay, M. I., Nurmalina, N., Fauziddin, M., & Amin, M. L. (2026). Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Permainan Lego Pada Anak Usia 4-5 Tahundi TK IT Jasmiinah. Journal of Exploratory Dynamic Problems, 3(1), 174–185. https://doi.org/10.31004/edp.v3i1.200

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2