Upaya Meningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Permainan Playdough
DOI:
https://doi.org/10.31004/edp.v3i3.159Keywords:
Kemampuan Motorik Halus, Permainan PlaydoughAbstract
Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menggenggam dan menekan adonan, menggulung playdough, membentuk objek sederhana, menggunakan alat bantu, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan permainan playdough dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 14 anak kelompok B di TK Permata Bunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menggambarkan peningkatan kemampuan motorik halus anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan playdough mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak secara signifikan. Persentase ketuntasan kemampuan motorik halus meningkat dari 43% pada tahap pra-tindakan, menjadi 84% pada Siklus I, dan kembali meningkat menjadi 93% pada Siklus II, sehingga terjadi peningkatan sebesar 50% dari kondisi awal. Peningkatan tersebut terlihat pada kemampuan anak dalam menggenggam dan menekan adonan, menggulung, membentuk berbagai objek sederhana, menggunakan alat bantu dengan benar, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan mata selama kegiatan bermain. Dengan demikian, permainan playdough terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Permata Bunda.
References
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, H. (2024). Analisis Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1), 28–45.
Dini, E., Putri, A., & Wahyuno, E. (2021). Keefektifan Permainan Playdough Terhadap Kemampuan Motorik Halus Autis. Jurnal Ortopedagogia, 7(1), 97–104.
Fabiana, M. F. (2019). Hakikat Perkembangan Motorik Anak (Universitas Terbuka (ed.)).
Ferasinta. (2021). Pengaruh Terapi Bermain Menggunakan Playdough Terhadap Peningkatan Motorik Halus Pada Anak Prasekolah. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, 09(2), 59–65.
Hadis, A., & Meidina, T. (2026). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Melalui Media Playdough Pada Siswa Cerebral Palsy Kelas I di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Kabupaten Takalar. Journal Of Education, 6(1), 65–73.
Hikmawati, T. (2022). Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Peserta Didik Dengan Aktivitas Bermain (Playdough) Di Tk Yaa Bunayya. Jurnal Abdi Insani, 9(September), 878–885.
Innayatul, M. (2023). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Bermain Playdough Alami Pada Kelompok B3 Di Tk Ma’had Islam Kota Pekalongan Tahun Ajaran 2020/2021. Jurnal Pendidikan Dan Perkembangan Anak, 1(2), 124–134.
Irvin, M. (2017). Pentingnya Bermain pada Anak Usia Dini Pendidikan. Jurnal Pendididkan Anak Usia Dini, 2(3).
Kurniawan. (2019). Bermain dan Permainan Anak Usia Dini (R. Rosdakarya (ed.)).
Mudjito. (2017). Motorik Halus Anak (Bumi Aksara (ed.)).
Munisah, E. (2013). Proses Pembelajaran Anak Usia Dini. Jurnal Anak Usia Dini, 1.
Nurasyiah, R., & Atikah, C. (2023). Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Kependidikan (JIK), 17(1), 75–81. https://doi.org/10.30595/jkp.v17i1.15397
Nurul, I. (2025). Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Bermain Plastisin Buatan di TK Negeri Dharma Pertiwi Topoyo. Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmiah, 2(9), 1728–1736.
Rahmasari, T., & Pudyaningtyas. (2021). Profil Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Kumara Cendekia, 9(1), 41–48.
Raihana. (2018). Urgensi sekolah paud untuk tumbuh kembang anak usia dini. Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(1), 17–28.
Rudiyanto, A. (2016). Perkembangan Motorik Kasar Dan Motorik Halus Anak Usia Dini (Darussalam Press (ed.)).
Sidoarjo. (2017). Metodologi Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini (Umsida Press (ed.)).
Sihotang, E., & Herawati, J. (2023). Peningkatan Kepercayaan Diri Anak Usia Dini Melalui Kegiatan. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 2(3), 11566–11572. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu
Sumantri. (2017). Model pengembangan keterampilan motorik anak usia dini. (Depdiknas (ed.)).
Suryono, D. (2018). Stimulasi Aspek Perkembangan Anak. In Predanamedia Group (Ed.), sadua widya.
Tanto, O. D., & Sufyana, A. H. (2020). Stimulasi Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini dalam Seni Tradisional Tatah Sungging. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 575. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.421
Yusuf, R. N., Al Khoeri, N. S. T. A., Herdiyanti, G. S., & Nuraeni, E. D. (2023). Urgensi Pendidikan Anak Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak. Jurnal Plamboyan Edu (JPE), 1(1), 37–44. https://jurnal.rakeyansantang.ac.id/index.php/plamboyan/article/view/320
Zadida, N. S. (2025). Pemanfaatan Play Dough Corner Untuk Menstimulasi Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini. Jurnal Cendikia Pendidikan, 17(11). https://doi.org/10.9644/sindoro.v3i9.267
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Exploratory Dynamic Problems

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










