Penerapan Metode Latihan Siap Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tentang Konsep Bangun Ruang Pada Siswa Kelas IV SDN 016 Balung
DOI:
https://doi.org/10.31004/edp.v1i1.36Keywords:
metode latihan siap, bangun ruang, matematikaAbstract
Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk melihat perkembangan dalam proses pembelajaran. Penulis menyadari bahwa selesainya penulisan Penelitian Tindakan Kelas ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, baik dukungan berupa kesempatan maupun dorongan. Metode latihan siap atau drill adalah cara mengajar dengan mempraktekkan berulang-ulang agar lebih mahir dan terampil dalam mengusai konsep materi pelajaran (Badudu 1997:78).pelaksanaannya dapat dilakukan dalam bentuk klasikal(kelas) atau perorangan maupun kelompok tergantung pada kondisi belajar siswa.. Metode pemberian tugas merupakan suatu cara mengajar dengan kegiatan perencanaan antara siswa dan guru mengenai suatu pokok bahasan yang harus diselesaikan oleh siswa dalam waktu tertentu yang telah disepakati (Direktorat Diknas,1992). Sesuai dengan fungsi sekolah sebagai wadah edukasi,maka belajar disekolah seyogyanya disertai dengan perbuatan(bekerja),maka pekerjaan melalui pemberian tugas tidak hanya terbatas pada materi yang dibicarakan di kelas,melainkan juga tugas lain yang dapat menunjang kegiatan belajar. Berdasarkan hasil pengolahan data di atas,perbaikan pembelajaran yang telah di lakasanakan menunjukkan hasil yang cukup baik. Pada mata pelajaran matematika,pada data awal,perolehan nilai rata rata siswa hanya 60,20 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 64%,namaun pada siklus 1 terjadi kenaikan yang cukup signifikan.perolehan nilai rata rata siswa mencapai 66,40 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 80%. Demekian pula pada siklus II, perolehan nilai rata rata siswa mencapai 75,40 dengan tingkat ketuntasan belajar klasikal sebesar 92%. Sementara itu,pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada awal,perolehan nilai rata rata siswa hanya mencapai 63,60 dengan ketuntasan klasikal sebesar 72%pada siklus 1 ,nilai rata-rata meningkat menjadi 72,20 dengan ketuntasan klasikal sebesar 88%, sedangkan pada siklus II,perolehan nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 77,60 dengan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 100%.
References
Alvia. A. (2017). Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Pembelajaran Matematika Realistik Berbantuan Media Mistar Bilangan . Jurnal mitra pendidikan. 1 (2). hal.23
API Blogger. Media Manipulatif. Diunduh 10 Mei 2022 dari https://jejakpendidikan.com
Bella. A (2019). Pengaruh Media Manipulatif Terhadap Kemampuan Representasi Matematika pada Pembelajaran Matematika Kelas V SD. Diunduh tanggal 12 Mei 2022 dari https://jurnal.untan.ac.id.
Hanif ,Nurcholis ,(2003),Saya Senang Berbahasa Indonesia,Jakarta: Erlangga.
Muchlisoh,dkk.(1996) Pendidikan Bahasa Indonesia 3,Jakarta; Unuv. Terbuka.
Noorsyam,(1987), Pengantar Dasar-Dasar Pendidikan,Surabaya: Usaha Nasional.
Surana,(2004). Aku Cinta Bahasa Indonesia, Solo : PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Supardjo,(2004), Matematika Gemar Berhitung 4, Solo : PT.Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Wardani,I.G.A.K, dkk.(2000) Peneitian Tindakan Kelas, Jakarta :Universitas Terbuka.










