Analisis Etnosains Laku Tobe sebagai Sumber Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Berbasis Kurikulum Merdeka

Authors

  • Margaretha Novita Rupa Lobemato Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya Kasih
  • Putra Reinho Rosario Sanam Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Surya Kasih

DOI:

https://doi.org/10.31004/edp.v3i2.254

Keywords:

Etnosains; Kearifan Lokal; Laku Tobe; Pembelajaran IPA SD; Kurikulum Merdeka

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep-konsep sains yang terkandung dalam proses pembuatan Laku Tobe serta mengidentifikasi keterkaitannya dengan Capaian Pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnosains. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Laku Tobe memuat berbagai konsep sains, seperti perubahan fisika dan kimia, perpindahan kalor, perubahan wujud benda, campuran zat, struktur geometri, serta pelestarian lingkungan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengetahuan lokal masyarakat memiliki keterkaitan dengan materi IPA pada Fase B dan Fase C Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, Laku Tobe berpotensi menjadi sumber belajar IPA berbasis etnosains yang kontekstual, bermakna, dan relevan dengan lingkungan kehidupan peserta didik sekolah dasar di Indonesia.

References

Amsikan, S., & Deda, Y. N. (2018). Memanfaatkan potensi lokal Kefamenanu dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kreativitas guru SMP. Bakti Cendana, 1(1), 32–40. https://doi.org/10.32938/bc.v1i1.17

Amsikan, S., & Deda, Y. N. (2018). Memanfaatkan potensi lokal Kefamenanu dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kreativitas guru SMP. Bakti Cendana, 1(1), 32–40. https://doi.org/10.32938/bc.v1i1.17

Andayani, Y., Purwoko, A. A., & Hakim. (2021). Peningkatan pemahaman guru tentang etnosains dalam pembelajaran IPA. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 4(4).

Demato, P. N., Suharyatun, S., Tamrin, & Warji. (2025). Kinerja pengering dan karakteristik penepungan daun singkong (Manihot). Jurnal Agricultural Biosystem Engineering.

Dhiu. (2024). Laku Tobe: The culinary heritage of Kefamenanu. Beritawisata.com.

Ilhami, A., Diniya, D., Susilawati, S., Sugianto, R., & Ramadhan, C. F. (2021). Analisis kearifan lokal manongkah kerang di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains. Sosial Budaya, 18(1), 20. https://doi.org/10.24014/sb.v18i1.12723

Indra Saraswati, T., Adawiyah, D. R., & Rungkat, F. Z. (2022). Pengaruh pengolahan pada sifat fisis dan kimia singkong-goreng beku. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(4), 528–535. https://doi.org/10.18343/jipi.27.4.528

Indriyanti, D. R., Sumarni, W., & Rahayuningsih, M. (2025). Integration of ethnoscience in natural science learning: Literacy study. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(6), 68–77. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i6.9980

Kaesnube, H. (2024). Proses pengolahan kuliner lokal secara tradisional. https://www.rri.co.id/ntt/kuliner/850769/proses-pengolahan-kuliner-lokal-secara-tradisional

Khusniati, M. (2014). Model pembelajaran sains berbasis kearifan lokal dalam menumbuhkan karakter konservasi. Indonesian Journal of Conservation, 3(1), 67–74.

Lestari, L., & Nabila, N. (2024). Penerapan etnosains dalam pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial kelas IV di MI As-Sunni Pamekasan. Al-Madrasah Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(2), 675. https://doi.org/10.35931/am.v8i2.3461

Mudana, W. (2023). The effect of ethnoscience-based course review horay learning towards cultural concept understanding and science process skills of the elementary school students, 17(2), 137–148.

Nafanu, G. (2024). Inilah laku tobe, makanan tradisional dari tepung gaplek kukus yang masih bertahan bahkan laris dijual. https://www.melintas.id/ragam/344050292/inilah-laku-tobe-makanan-tradisional-dari-tepung-gaplek-kukus-yang-masih-bertahan-bahkan-laris-dijual

Naisali, H., Utoro, P. A. R., Witoyo, J. E., Hamaisa, A., Rahayu, L. F., Permatasari, N. D., Nino, J., Khoirina, A. D., & Alvianto, D. (2025). Bunga rampai makanan tradisional dari Pulau Timor Barat Nusa Tenggara Timur. Lingkar Edukasi Indonesia.

Naisali, H., Witoyo, J. E., Utoro, P. A. R., & Permatasari, N. D. (2024). Eksplorasi singkat laku tobe, “Tumpeng” singkong tradisional dari Pulau Timor Barat, Nusa Tenggara Timur. Cannarium, 22(2). https://doi.org/10.33387/cannarium.v22i2.9092

Naisali, P. A. R. Utoro, & Witoyo, J. E. (2023). Review keragaman dan metode pengolahan umbi-umbian lokal Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pangan dan Gizi, 13(2), 1–17. https://doi.org/10.26714/jpg.13.2.2023.1-17

Naitkakin, A. T. (2024). Laku Tobe. Retrieved January 23, 2025, from https://sites.google.com/view/givanrbk1/lakutobe

Putra, D. A., & Lestari, S. (2023). Etnosains berbasis budaya lokal dalam pembelajaran IPA sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 5(1), 45–53.

Rahmawati, I., Suyanto, S., & Widodo, A. (2020). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(3), 345–354.

Sari, M., Kurniawan, D., & Pratama, R. (2022). Pendekatan etnosains dalam pembelajaran IPA untuk penguatan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Dasar, 13(2), 210–219.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Sukarma, I. K. (2023a). Ethnoscience analysis in science learning in primary schools (elementary school). MSJ: Majority Science Journal, 1(4), 164–171. https://doi.org/10.61942/msj.v1i4.72

Sukarma, I. K. (2023b). Ethnoscience analysis in science learning in primary schools (elementary school). MSJ: Majority Science Journal, 1(4), 164–171. https://doi.org/10.61942/msj.v1i4.72

Sumartini, R. (2026). Analisis kearifan lokal “Ngalaksa” sebagai sumber pembelajaran IPA SMP berbasis etnosains, 49–58.

Suryanti, S., Prahani, B. K., Widodo, W., Mintohari, M., Istianah, F., Julianto, J., & Yermiandhoko, Y. (2021). Ethnoscience-based science learning in elementary schools. Journal of Physics: Conference Series, 1987(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1987/1/012055

Timutang, D., Maifa, T., & Salsinha, C. N. (2021). Pengembangan soal matematika model Pisa untuk siswa kelas 7. JEMST (Journal of Education in Mathematics, Science, and Technology), 4(2), 82–97. https://doi.org/10.30631/jemst.v4i2.56

Wahyu, Y. (2017). Pembelajaran berbasis etnosains sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar.

Wulandari, F., & Prasetyo, Z. K. (2021). Pengembangan modul IPA berbasis etnosains untuk meningkatkan literasi sains siswa. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 9(1), 1–10.

Yuliyanti, N., Sarwi, S., Wardani, S., et al. (2024). Integration of social science learning through a child-friendly ethnoscience approach. International Seminar on Science, Education and Technology Proceedings, 10, 250–258. https://proceeding.unnes.ac.id/ISET/article/view/3886

Yuni S, A., Wibowo, S. E., & Susanto, S. (2025). Identification of ethnoscience studies in science learning to strengthen cultural relevance in primary education. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11(6), 862–869. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i6.9814

Downloads

Published

2026-09-18

How to Cite

Lobemato, M. N. R., & Sanam, P. R. R. (2026). Analisis Etnosains Laku Tobe sebagai Sumber Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Berbasis Kurikulum Merdeka. Journal of Exploratory Dynamic Problems, 3(2), 336–353. https://doi.org/10.31004/edp.v3i2.254