Teknik Pemeriksaan Radiografi Oesofagus Maag Duodenum Pada Klinis Achalasia Esofagus di RS Adam Malik Medan

Authors

  • Candra Hidayat Zega Universitas Senior Medan
  • Nelida Erlince Pasaribu ATRO Amal Bhakti Medan
  • Meida Sitorus Universitas Senior Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/edp.v3i2.235

Keywords:

Achalasia Esofagus, Fluoroskopi, OMD, radiografi, media kontras

Abstract

Achalasia esofagus merupakan kelainan motilitas primer yang ditandai dengan hilangnya relaksasi Lower Esophageal Sphincter (LES) sehingga menghambat perjalanan bolus makanan menuju lambung. Kondisi ini menimbulkan gejala disfagia dan berisiko menyebabkan dilatasi esofagus apabila tidak terdeteksi sejak dini. Pemeriksaan fluoroskopi Oesofagus Maag Duodenum (OMD) merupakan modalitas radiologi yang mampu menilai anatomi sekaligus fungsi saluran cerna bagian atas secara real time dengan bantuan media kontras. Penelitian ini bertujuan menguraikan teknik pemeriksaan fluoroskopi OMD pada pasien dengan klinis achalasia esofagus di Instalasi Radiologi RS Adam Malik Medan, sekaligus mengkaji alasan penggunaan proyeksi tertentu pada kasus tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dilakukan melalui observasi langsung, wawancara terhadap radiografer, serta penelusuran dokumentasi hasil pemeriksaan pada satu orang pasien yang dipilih secara purposive sampling. Hasil kajian menunjukkan bahwa prosedur pemeriksaan diawali dengan persiapan puasa, dilanjutkan pemberian media kontras barium sulfat yang dicampur minuman bersoda, kemudian dilakukan pengambilan gambar pada proyeksi anteroposterior, lateral, dan right anterior oblique. Ketiga proyeksi tersebut dipilih karena telah mampu memperlihatkan pengisian kontras pada esofagus, lambung, dan duodenum secara memadai untuk menegakkan diagnosis. Temuan radiografis memperlihatkan pelebaran esofagus disertai penyempitan pada segmen distal yang membentuk gambaran khas menyerupai paruh burung (bird beak sign), sesuai dengan karakteristik radiologis achalasia esofagus. Dengan demikian, kombinasi proyeksi anteroposterior, lateral, dan right anterior oblique terbukti efektif dan efisien dalam menunjang penegakan diagnosis achalasia esofagus tanpa mengurangi kualitas informasi diagnostik yang dihasilkan.

References

Akhadi, M. (2020). Sinar-X menjawab masalah kesehatan. Deepublish.

Davros, W. J. (2007). Fluoroscopy: basic science, optimal use, and patient/operator protection. Techniques in Regional Anesthesia and Pain Management, 11(2), 44-54.

Frank, E. D., Long, B. W., Rollins, J. H., & Smith, B. J. (2013). Merrill's Atlas of Radiographic Positioning and Procedures-E-Book: Volume 1 (Vol. 1). Elsevier Health Sciences.

Franklin, A. L., Petrosyan, M., & Kane, T. D. (2014). Childhood achalasia: a comprehensive review of disease, diagnosis and therapeutic management. World Journal of Gastrointestinal Endoscopy, 6(4), 105.

Kelimagun, D. F. K. K., Istiqomah, A. N., & Maharani, A. (2025). Radiologic Technique for Esophagus, Stomach, and Duodenum Examination in Dysphagia Cases: A Case Study at Panembahan Senopati Bantul Hospital. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 18(1), 70-82.

Lampignano, J., & Kendrick, L. E. (2018). Bontrager's Textbook of Radiographic Positioning and Related Anatomy-E-Book. Elsevier Health Sciences.

Levine, M. S. (2014). Diseases of the Upper Gastrointestinal Tract. In Diseases of the Abdomen and Pelvis 2014-2017: Diagnostic Imaging and Interventional Techniques (pp. 21-24). Springer Milan.

Nawaz, M., Jehanzaib, M., Khan, K., & Zari, M. (2008). Role of barium meal examination in diagnosis of peptic ulcer. Journal of Ayub Medical College Abbottabad, 20(4), 59-61.

Nickoloff, E. L., Lu, Z. F., Dutta, A. K., & So, J. C. (2008). Radiation dose descriptors: BERT, COD, DAP, and other strange creatures. RadioGraphics, 28(5), 1439-1450.

Norris, T. G. (2002). Radiation safety in fluoroscopy. Radiologic Technology, 73(6), 511-537.

Sadowski, D. C., Ackah, F., Jiang, B., & Svenson, L. W. (2010). Achalasia: incidence, prevalence and survival. A population-based study. Neurogastroenterology & Motility, 22(9), e256-e261.

Shofiyanti, N. I., Nursyamsu, M. D., Putra, R. A. E., Rizkina, R. D., & Akelba, S. D. (2023). Esophageal Achalasia: Pathophysiology, Diagnosis and Management. Jurnal Biologi Tropis, 23(4), 352-356.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-09-09

How to Cite

Hidayat Zega, C., Erlince Pasaribu, N., & Sitorus, M. (2026). Teknik Pemeriksaan Radiografi Oesofagus Maag Duodenum Pada Klinis Achalasia Esofagus di RS Adam Malik Medan. Journal of Exploratory Dynamic Problems, 3(2), 153–161. https://doi.org/10.31004/edp.v3i2.235