Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Studi Potong Lintang
DOI:
https://doi.org/10.31004/edp.v3i1.199Keywords:
Indeks Massa Tubuh, Gula Darah Sewaktu, Diabetes Melitus, Pengendalian GlikemikAbstract
Obesitas dan peningkatan adipositas tubuh merupakan faktor risiko penting yang berhubungan dengan gangguan metabolik, termasuk gangguan regulasi glukosa. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator antropometri yang banyak digunakan untuk menilai status gizi serta mengidentifikasi risiko terjadinya komplikasi metabolik. Pada pasien diabetes melitus, pengelolaan berat badan menjadi salah satu komponen penting dalam pengendalian penyakit secara menyeluruh. Namun, hubungan antara IMT dan kadar gula darah sewaktu dapat berbeda pada berbagai populasi karena dipengaruhi oleh karakteristik individu dan faktor klinis lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Data penelitian diperoleh dari tabulasi data 54 pasien diabetes melitus. Variabel IMT dan kadar gula darah sewaktu (GDS) dianalisis sebagai variabel numerik kontinu. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata IMT responden adalah 25,18 ± 4,85 kg/m², sedangkan rerata kadar gula darah sewaktu adalah 190,59 ± 66,74 mg/dL. Analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat lemah antara IMT dan kadar gula darah sewaktu dengan nilai koefisien korelasi r=0,130. Namun, hubungan tersebut tidak bermakna secara statistik dengan nilai p=0,350. Berdasarkan hasil penelitian, IMT tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus dalam sampel penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa IMT secara tunggal belum cukup menggambarkan kondisi pengendalian glikemik pada pasien diabetes melitus. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel tambahan seperti kadar HbA1c, penggunaan obat antidiabetes, pola makan, aktivitas fisik, serta komposisi tubuh agar dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor yang memengaruhi kadar glukosa darah.
References
American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes. (2026). 8. Obesity and Weight Management for the Prevention and Treatment of Diabetes: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Suppl 1), S166–S182.
Deng L, Jia L, Wu XL, Cheng M. (2025). Association between body mass index and glycemic control in type 2 diabetes mellitus: A cross-sectional study. Diabetes Metabolic Syndrome and Obesity, 18, 555–563.
Ding YF, et al. (2025). Burden of type 2 diabetes due to high body mass index in different SDI regions and projections of future trends. Diabetology & Metabolic Syndrome, 17, 23.
Kurniawan JAS. (2026). Hubungan IMT dengan kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe 2. Jurnal Kedokteran STM, 9(1), 87–94.
Wati DA, Rhasetia NM. (2025). Hubungan lemak viseral dan massa otot dengan kadar glukosa darah sewaktu pasien diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Riset Gizi, 13(2).
Premarupa KNA, Suputra PA, Lestari NMSD. (2025). Literature review: Hubungan IMT dengan kadar glukosa darah sewaktu pada penderita obesitas. PREPOTIF, 9(3).
Jayedi A, Soltani S, Motlagh SZT, et al. (2022). Anthropometric and adiposity indicators and risk of type 2 diabetes. BMJ, 376, e067516.
Zhen J, Liu S, Zhao G, et al. (2022). Association of waist circumference with haemoglobin A1c and its optimal cutoff. Internal and Emergency Medicine, 17, 2039–2044.
Ashwell M, Gunn P, Gibson S. (2012). Waist-to-height ratio is a better screening tool than waist circumference and BMI. Obesity Reviews, 13(3), 275–286.
Asia Pacific Cohort Studies Collaboration. (2006). Body mass index and risk of diabetes mellitus in the Asia-Pacific region. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 15(2), 127–133.
Basat O, Ucak S, Ozkurt H, et al. (2006). Visceral adipose tissue as an indicator of insulin resistance in nonobese patients with new onset type 2 diabetes mellitus. Experimental and Clinical Endocrinology & Diabetes, 114(2), 58–62.
Lean MEJ, Leslie WS, Barnes AC, et al. (2018). Primary care-led weight management for remission of type 2 diabetes (DiRECT). The Lancet, 391(10120), 541–551.
Taylor R, et al. (2018). Remission of human type 2 diabetes requires decrease in liver and pancreas fat content but is dependent upon capacity for β-cell recovery. Cell Metabolism.
Russell RD, et al. (2017). Skeletal muscle microvascular-linked improvements in glycemic control from resistance training in individuals with type 2 diabetes. Diabetes Care, 40(9).
Glucose Uptake by Skeletal Muscle within the Contexts of Type 2 Diabetes and Exercise: An Integrated Approach. (2022). Journal of Clinical Medicine.
Ma W, et al. (2020). Waist circumference and its changes are more strongly associated with the risk of type 2 diabetes than body mass index and changes in body weight in Chinese adults. The Journal of Nutrition.
Associations between CT-based body composition parameters and glycemic control in adults with type 2 diabetes mellitus. (2026). [journal as verified from final bibliographic record].
Brown O, Costanzo P, Clark AL, et al. (2020). Relationship between a single measurement at baseline of body mass index, glycated hemoglobin, and the risk of mortality and cardiovascular morbidity in type 2 diabetes mellitus. Cardiology Research.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Exploratory Dynamic Problems

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










