Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce Menggunakan Bahan Alam

Authors

  • Asrina Nelti Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Musnar Indra Daulay Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Melvi Lesmana Alim Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Yenda Puspita Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Joni Joni Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/edp.v3i1.196

Keywords:

Keterampilan Motorik Halus, Kegiatan Meronce, Bahan Alam

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam menjepit dan memegang benda kecil, memasukkan benda ke dalam lubang, menyusun benda secara berurutan, meronce sesuai pola sederhana, serta mengoordinasikan gerakan mata dan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan meronce menggunakan bahan alam. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 anak Kelompok B TK IT Jasmiina. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan meronce menggunakan bahan alam mampu meningkatkan keterampilan motorik halus anak secara signifikan. Persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) meningkat dari 7% pada pra siklus menjadi 27% pada Siklus I dan meningkat kembali menjadi 91% pada Siklus II. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator yang diamati, meliputi kemampuan menjepit dan memegang benda kecil, memasukkan benda ke dalam lubang kecil, menyusun dan mengurutkan benda, meronce sesuai pola sederhana, serta koordinasi mata dan tangan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian, yaitu minimal 90% anak mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), telah terpenuhi pada Siklus II. Dengan demikian, kegiatan meronce menggunakan bahan alam terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak Kelompok B di TK IT Jasmiina.

References

Anggraini, D. (2020). Upaya meningkatkan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan meronce bahan alam. TK Aisyiyah Bustanul Athfal Kota Solo.

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2020). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Fitriani. (2021). Peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan meronce dengan metode penelitian tindakan kelas.

Hidayat. (2020). Pengembangan kemampuan motorik anak usia dini. Bandung: Alfabeta.

Hurlock, E. B. (2020). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Hurlock, E. B. (2021). Perkembangan anak. Jakarta: Erlangga.

Latif, M., Zukhairina, Z., & Afandi, M. (2020). Orientasi baru pendidikan anak usia dini. Jakarta: Kencana.

Lestari. (2021). Upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui pemberian tugas menggunting dan menempel pada kelompok B di TK Dharma Wanita Purworejo.

Lestari, & Wulandari. (2023). Penggunaan bahan alam dalam kegiatan meronce untuk meningkatkan motorik halus anak usia dini. TK Al-Ikhlas Kabupaten Kampar.

Magill, R. A. (2020). Motor learning and control: Concepts and applications. New York: McGraw-Hill.

Nurhaliza, S. (2021). Pengaruh kegiatan meronce terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5–6 tahun. TK Negeri Pembina Pekanbaru.

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2020). Human development. New York: McGraw-Hill Education.

Permendikbudristek. (2022). Standar nasional pendidikan anak usia dini. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Rahman. (2021). Perkembangan koordinasi motorik anak usia dini.

Rahmawati. (2022). Peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meronce menggunakan bahan alam. TK Islam Terpadu Al-Hidayah Kota Malang.

Safitri, R. (2019). Peningkatan keterampilan motorik halus anak melalui kegiatan meronce menggunakan bahan alam. TK Pertiwi Kota Padang.

Santrock, J. W. (2021). Life-span development. New York: McGraw-Hill Education.

Saputra, Y. M., & Rudyanto. (2021). Pembelajaran di taman kanak-kanak. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sujiono, Y. N. (2021). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: Indeks.

Sujiono, Y. N. (2022). Metode pengembangan fisik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sumantri. (2005). Model pengembangan keterampilan motorik anak usia dini. Jakarta: Depdiknas.

Sumantri. (2020). Perkembangan motorik anak usia dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sumantri. (2021). Pengembangan keterampilan motorik anak usia dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sumantri. (2022). Strategi pengembangan motorik halus anak usia dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Suryani, & Rahmawati. (2023). Kegiatan manipulatif berbasis bahan alam dalam meningkatkan motorik halus anak usia dini.

Suyanto. (2021). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Yogyakarta: UNY Press.

Toho, & Gusril. (2020). Perkembangan motorik pada anak usia dini. Padang: UNP Press.

Vygotsky, L. S. (2020). Mind in society: The development of higher psychological processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Wahyuni, & Ibrahim. (2021). Penilaian autentik dalam pembelajaran anak usia dini.

Wiyani, N. A. (2020). Manajemen PAUD berbasis karakter. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Wiyani, N. A. (2021). Strategi pembelajaran anak usia dini. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Yuliani Nurani Sujiono. (2021). Metode pengembangan kognitif anak usia dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Downloads

Published

2026-08-15

How to Cite

Nelti, A., Daulay, M. I., Alim, M. L., Puspita, Y., & Joni, J. (2026). Upaya Meningkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce Menggunakan Bahan Alam. Journal of Exploratory Dynamic Problems, 3(1), 139–151. https://doi.org/10.31004/edp.v3i1.196