Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Penerapan Senam Irama Pada Anak Tk Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru

Authors

  • Desi Handayani Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Joni Joni Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Melvi Lesmana Alim Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Masrul Masrul Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
  • Yenda Puspita Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/edp.v3i1.195

Keywords:

Senam Irama, Motorik Kasar, Anak Usia Dini

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik kasar anak usia dini di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut terlihat dari masih adanya anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan gerakan dasar seperti berjalan seimbang, melompat, mengikuti gerakan sesuai irama, serta mengoordinasikan gerakan tangan dan kaki. Permasalahan tersebut disebabkan oleh kurangnya variasi kegiatan fisik, rendahnya minat anak dalam mengikuti kegiatan senam, serta metode pembelajaran yang belum optimal dalam menstimulasi perkembangan motorik kasar anak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui penerapan kegiatan senam irama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui kegiatan senam irama di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 9 orang anak Kelompok B yang terdiri atas 6 anak laki-laki dan 3 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase ketuntasan perkembangan motorik kasar anak. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan motorik kasar anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada tahap pratindakan, anak yang mencapai ketuntasan hanya sebanyak 3 anak (33,33%). Setelah dilakukan tindakan pada Siklus I, jumlah anak yang tuntas meningkat menjadi 5 anak (55,56%). Pada Siklus II, jumlah anak yang mencapai ketuntasan meningkat lagi menjadi 8 anak (88,89%), atau mengalami peningkatan sebesar 33,33% dari Siklus I dan 55,56% dari kondisi pratindakan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan kegiatan senam irama mampu meningkatkan kemampuan motorik kasar anak secara signifikan, terutama dalam aspek keseimbangan, koordinasi gerak, kelincahan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dengan demikian, kegiatan senam irama terbukti efektif digunakan sebagai salah satu strategi pembelajaran dalam mengembangkan motorik kasar anak usia dini di TK Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru.

References

Aida Farida, “Urgensi Perkembangan Motorik Kasar Pada Perkembangan Anak Usia Dini”, Jurnal Raudhah, 4, No 2.2 2016, (13–38)

Desmita. (2013). Psikologi Perkembangan, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Erick, B, “Aktivitas Fisik Olahraga untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Siswa SD”, Indonesian Journal of Prymary Education, Online, Vol. 1, No. 1, 2017. (51-58).

Ganjar, Saputri, Sasmiati, Ari, “Frekuensi Latihan Senam Irama dan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini”, Jurnal Obsesi, Volume 3, No 3 tahun 2017.

Krisdayanti, „Penerapan Senam Irama Dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Nurul Iman Sirna Galih Ulu Belu Tanggamus‟, Gastronomía Ecuatoriana y Turismo Local., 1.69, 2021, (5–24).

Kristina, Maya, “Penerapan Kegiatan Senam Irama Dalam Menstimulasi Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Di Tk Muslimat Nu 167 Abu Bakar Bancangan, Sambit Ponorogo”, 2021.

Lismayani, Angri, “Pengaruh Kegiatan Senam Irama Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini”. ECEJ: Early Childhood Education Journal, Vol. 3, No. 11, 2012.

Mahendra, A. (2010). Senam. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Mukhtar, Orientasi Baru Pendidikan Anak Usia Dini Teori dan Aplikasi, Jakarta: Kencana, 2013.

Mulyasa, E. (2012). Manajemen PAUD. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2012). Strategi Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. (2012). Manajemen PAUD, Bandung: Rosda Karya.

Mursid. (2015). Belajar dan Pembelajaran PAUD, Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Mutohir, T. C., & Gusril. Perkembangan Motorik Pada Masa Anak-anak. Jakarta: Depdiknas. 2004

Nirwana, and Rida Hiliani, “Peningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Melalui Latihan Senam Irama Dengan Alat”, Yasmin: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 2.1 2021. (13-17).

Nisnayeni, Peningkatan Perkembangan Motorik Kasar Anak Melalui Senam Irama Di Taman Kanak-kanak Bina Ummat Pesisir Selatan, Jurnal Pesona PAUD, (Online), Vol 1, No 1, 2019.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini

Samsudin. (2008). Pembelajaran Motorik di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Prenada Media Group.

Somantri, Gumilar R. (2005). Memahami Metode Kualitatif, Makara: Sosial Humaniora.

Sujiono, Bambang. (2010). Metode Pengembangan Fisik, Jakarta: Universitas Terbuka.

Sumantri, Model Pengembangan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan Pendidikan, Tenaga Kependidikan dan Ketenaga Kerjaan, 2005.

Suyadi. (2009) Psikologi Belajar Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta: PT Indeks.

Winarno. (2011). Pengembangan Gerak dan Irama. Jakarta: Universitas Terbuka.

Yuliani, S. J. (2009). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta: Indeks.

Downloads

Published

2026-08-15

How to Cite

Handayani, D., Joni, J., Alim, M. L., Masrul, M., & Puspita, Y. (2026). Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Penerapan Senam Irama Pada Anak Tk Humairoh 4 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Bina Widya Kota Pekanbaru. Journal of Exploratory Dynamic Problems, 3(1), 126–138. https://doi.org/10.31004/edp.v3i1.195