Peran Dukun Manten Dalam Prosesi Pernikahan Adat Jawa Di Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi

Authors

  • Ani Nur Widyani Universitas PGRI Sumatera Barat
  • Waza Karia Akbar Universitas PGRI Sumatera Barat
  • Wibi Wijaya Universitas PGRI Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.31004/edp.v1i1.10

Keywords:

Role, Dukun Manten, Javanese Tradition

Abstract

 

This research was dilatory by the role of Dukun Manten who still plays an active role in the implementation of Javanese traditional marriages in Suka Damai Village, Rimbo Ulu Dis- trict, Tebo Regency, Jamb Province. The role of the dukun manten is very important in the procession of the Javanese traditional wedding ceremony. The dukun manten must also be able to provide views on the planned event based on the experiences that have been carried out so that it is in accordance with what is expected by those who have the intention. As a result, the authors found that the role of the dukun manten in Suka Damai Village, Rimbo Ulu District, Tebo Regency, Jambi Province, which includes: 1. The role of the man- ten shaman in Suka Damai Village 2. Performing Siraman, 3. Installing paes, 4. Performing the Sembaga tradition, 5. Carrying out initi from the Javanese traditional ceremony, namely Temon btide.

References

Ahmadi, Dadi.(2008), Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar, Mediator,9,301-315: Suatu Pengantar. Jurnal Komunikasi. Bandung: Universitas Islam Bandung. Cangara, Hefied.(2005)

Amabarwati dkk, Pernikahan Adat Jawa Sebagai Salah Satu Kekuatan Budaya Indonesia, Prosiding SENASABA

Botty, Middya. 2017. Masyarakat Multikultural: Studi Interaksi Sosial Masyarakat Islam Melayu Dengan Non Melayu Pada Masyarakat Sukabangun Kelurahan Sukajadi Kecamatan Sukarami Palembang. Tahun 2017. Vol 1, No. 2. Hlm. 4. Palembang: Super Sukses

Budiono Herusatoto, Mitologi Jawa Pendidikan Moral Dan Etika Tradisional (Depok: Oncor Semesta Ilmu, 2011), hlm.

Darmoko. 2010. Budaya Jawa Dalam Lintas Sejarah”, Jurnal Wacana, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (12 Agustus 2010) Vol 2. No 1. Hlm, 87. Sitang: STKIP Persada Khatulistiwa

Endaswara, Swardi. 2006. Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan, Ideologi, Epistemologi, Dan Aplikasi. Jakarta: Pustaka Widyatama

Fatkhur Rohman 2015, judul skripsi “Makna Filosofi Tradisi Upacara Perkawinan Adat Jawa Kraton Surakarta dan Yogyakarta (Studi Komparasi)”,

Hadiyana, Ismiya. 2010. ‘Makna Filosofis Dalam Ritual Pengantin Jawa Di Rembang’. Skripsi. Semarang: Jurusan Bahasa Dan Sastra Universitas Negeri Semarang.

Hamidin, Aep S. 2012. Adat Perkawinan Nusantara. Jogjakarta: Difa Pressss

Harsono, H. (2020). Nebus Kembar Mayang: Ritual Dalam Perkawinan Adat

Koentjaraningrat,1984, Kebudayaan Jawa, Balai Pustaka, Jakarta. Jawa Yang MasihBertahan. Jurnal Of Language education, Literature and Local Culture, 2 (1), 28-46

Herusatoto, Budiono. 2011. Mitologi Jawa Pendidikan Moral Dan Etika Tradisional. Depok: Oncor Semesta Ilmu

Hamidin, Aep S. 2012. Adat Perkawinan Nusantara. Jogjakarta: Difa Press

Indrijati DKK, Antropologi SMA Terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter, Kota Batu Jawa Timur: PPPPTK Pkn Dan IPS

Komariah Aan Dan Satori Djam’an. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Pt Remaja Rosda Karya

Mistaram, 2009. Nilai Estetik dan Makna Simbolik Kembar Mayang Pesisiran. Malang: Skripsi S1 jur. seni dan desain.

Hadiyana, Ismiya. 2010. ‘Makna Filosofis Dalam Ritual Pengantin Jawa Di Rembang’. Skripsi. Semarang: Jurusan Bahasa Dan Sastra Universitas Negeri Semarang

Hendro, D. (2016). Pertunjukkan Panebusing Kembar Mayang Pada Upacara Perkawinan Adat Jawa. Jurnal Seni Pertunjukkan, 2(2).

Miftahus Saidah 2017, dengan judul skripsi “Unsur-Unsur Budaya Islam Dalam Tradisi Pernikahan Masyarakat Jawa Timur Di Desa Bangun Jaya Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur”,

Purnama, Bias Indiarti Rossy. 2011. Aspek Pendidikan Nilai Religius Pada Kembar Mayang Dalam Upacara Perkawinan Adat Jawa Studi Kasus di Desa Cangakan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar. Surakarta: Universitan muhammadiyah Surakarta.

Pringgowidagda, Suwarna. 2006. Tata Upacara Dan Wicara Pengantin Gaya Yogyakarta. Yogyakarta: Kanisius.

Pratama, Bayu Ady. 2018. ‘Pernikahan Adat Jawa Di Desa Nengahan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten’. Dimuat Dalam Jurnal Haluan Sastra Budaya Volume 2, No.1 Universitas Sebelas Maret.R Danang Sutawijaya dan RMA Sudiyatmana yang tertuang dalam buku ‘Upacara Pengantin Tata Cara Kejawen’ Tahun 2000.

Sardjono, Marmien, 1996, Seni Tata Rias Pengantin Gaya Yogyakarta dan Segala Upacaranya, Kanisius, Yogyakarta

Zahry Hamid, Pokok-Pokok Hukum Pernikahan Islam dan Undang-Undang Pernikahan di Indonesia, Yogyakarta: Bina Cipta, 1978, hlm 11Agustus

Downloads

Published

2023-12-29

How to Cite

Widyani, A. N., Akbar, W. K., & Wijaya, W. (2023). Peran Dukun Manten Dalam Prosesi Pernikahan Adat Jawa Di Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. Journal of Exploratory Dynamic Problems, 1(1), 25–30. https://doi.org/10.31004/edp.v1i1.10

Issue

Section

Articles